Promosi Buku Print on Demant (POD)



Bagi para penulis indie atau self publishing,  promosi penjulan merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi di tengah persaingan dengan penerbit mayor, yang tentu saja mempunyai jaringan marketing yang luas dengan berbagai promosi. Memang, modal kadang menentukan segalanya. Itulah bisnis. Ada uang maka segalanya beres, tapi pertanyaannya adalah apakah akan kalah dengan masalah uang?
Bila kita cermati, sebenarnya cara  menjual atau memasarkan produk buku di penerbit mayor ada dua metode, yaitu dengan retail (langsung, online atau dipajang di toko buku) dan nonretail (orang menyebutnya proyek, karena dijual melalui pesanan seperti ke dinas-dinas atau instansi tertentu). Kedua jenis ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Sebagai contoh penjulan retail dengan menjajakan ke toko buku terkenal seperti gramedia, gunung agung, togamas dll. Umumnya toko-toko buku tersebut memberikan syarat seperti menerima oplah yang cukup banyak, karena langsung distribusi secara nasional. Selain itu, hal yang paling  memberatkan adalah pengiriman buku tersebut harus continue setiap bulannya. Artinya dalam sebulan harus memproduksi buku, para distributor itu memberikan alasan untuk pencatatan agar mudah. Nah lo gimana tuch?
Kesulitan inilah yang kadang menjadikan penulis menjadi frustasi dan selanjutnya gairah menulis pun menjadi terhenti. Oleh karena itu, diperlukan media-media pendukung agar para self publishing ini tetap eksis dan gairah menulis pun tetap ada bahkan bisa jadi menjadi semarak.
Untuk itu ada kabar gembira bagi penulis indie atau self publishing yang bingung ingin mempromosikan bukunya atau ikut memajang produknya, ada tawaran dari atvanbooks. Alamat lengkapnya www.atvanbooks.com. Toko buku online ini menyediakan berbagai macam buku, dari berbagai penerbit. Situs ini tidak membatasi apakah produk dari penerbit mayor ataupun self, intinya mereka mau bekerjasama hanya dengan dua syarat. Pertama, memberikan contoh cover dan sinopsis. Untuk sinopsis diutamakan sedetail mungkin karena itu sebagai upaya seleksi untuk produk yang berkualitas. (Bagaimapun tetap kualitas diutamakan agar konsumen tidak kecewa).  Kedua, memberikan satu buku sample sebagai pernyataan bahwa buku tersebut memang ada dan bisa diperbanyak. Sebab toko buku ini selain memajang produknya secara online, mereka juga sering mengadakan bazar melalui pelatihan dan seminar-seminar. Jadi jika memang ada sebuah buku yang dibutuhkan oleh instansi, ada kemungkinan buku tersebut menerima order yang cukup banyak. Lumayan kan? Jadi tunggu apalagi …
Mungkin hanya itu yang bisa saya share mudah-mudahan bermanfaat, tetap semangat untuk menulis….