Pelatihan Menulis:Menulis Siapa Takut? di Cianjur





Hai teman-teman, kali ini sahabat Atvan akan bercerita mengenai sebuah kegiatan yang super menyenangkan. Kegiatan tersebut yakni mengadakan Pelatihan Menulis dengan tema Kepelatihan Menulis: Menulis Siapa Takut? 
Kegiatan itu sendiri dilaksanakan tepatnya pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2014 lalu di sebuah sekolah SMK Mandiri Bersemi Cianjur. Bagaimana tidak heboh dan menyenangkan peserta yang hadir cukup membludak, sekitar 184 peserta.
Menurut Pak Ivan Masdudin selaku penggagas kegiatan tersebut, acara itu sebagai upaya untuk melihat dan menyalurkan  potensi anak dan remaja ke arah yang lebih positif. Menurutnya saat ini, kebiasaan update status di jejaring sosial seperti facebook dan twiter sangat berpotensi menjadi nilai jika ada jalur penyalurannya. Bayangkan, berapa banyak seseorang melakukan postingan dalam satu hari dalam profil jejaring sosialnya. Mereka terbiasa menuliskan setiap kali ada aktiviatas dari bangun pagi hingga mau tidur. Padahal jika dicermati update status tersebut tak ubahnya dengan catatan diari seseorang. Nah jika dikumpulkan ini tentu bisa saja menjadi sebuah cerita atau buku.
Melihat prospek tersebut, Ia mencoba menghubungi Pak Hilman selaku Founder Islamic Education di Cianjur. Alhamdulillah gagasan tersebut diamini Beliau. Bahkan menurutnya, (Sambil bergurau) kebiasaan up date status anak saat ini lebih ekstrim lagi, mereka sering menulis didinding tembok (mural) atau bangku sekolah. Mereka pun sepakat untuk mewadahi potensi anak tersebut dengan suatu wadah kegiatan Kepelatihan Menulis: Menulis Siapa Takut?  yang mana kegiatan tersebut terdiri atas launching buku 2 Cinta Bunda, Kepelatihan Menulis dan Lomba Menulis Cerpen.
Launching dilakukan sebagai langkah awal untuk menggugah anak, agar anak bertanya langsung kepada penulis yakni Kak Ati Novianti Fatonah mengenai bagaimana kesan dan pesan dalam pengalamannya menulis sebuah buku. Setelah anak merasa tertarik, maka diadakanlah kegiatan menulis step by step (tahap demi tahap) hingga menjadi sebuah cerita. Setelah itu memasuki tahap akhir, yakni lomba menulis dengan dipilih 10 penulis terbaik. Dan pagi  itu pun, suasana di SMK Mandiri bersemi layaknya seperti bazaar yang ramai sekali. Anak-anak ngebarak di setiap penjuru ruangan mencari ide dan menuangkannya menjadi sebuah cerita. Mereka tampak antusias bahkan di akhir pengumpulan naskah banyak sekali sahabat Atvan yang melihat anak-anak tengah berdo’a berharap tulisannya menjadi pemenang 10 terbaik penulis cerpen.
 Alhamdulillah, dengan segala puji Allah akhirnya kegiatan tersebut berjalan dengan sukses, dan dalam kesempatan tersebut akhirnya terpilih 10 penulis cerpen terbaik, yang tertuang dalam judul buku “Cinta Tahu Kemana Dia Harus Pulang”. Para jawara penulis tersebut adalah Aas Asiah, Astri Nurjanah, Lutfia Ramdiani, M. Rifki Nurdiansyah, M. Wahyu Ihsan, Nuriqlima Sopandi, Rehan, Rosita Novianti, Siti Zubaidah, Siti Sofiah. Sukses ya atas bukunya!!
Oh ya… sebelum tulisan ini ditutup, kami mengucapkan terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada Islamic Educational Foundation dan semua yang terlibat dalam proses penulisan buku ini. Yang tidak bias kami sebutkan satu per satu, maaf ya he…. Semoga buku ini membawa keberkahan dan manfaat bagi kita.
Berikut foto-fotonya....



Sosialisasi Asyiknya Menulis, di RRI pro 1 Bandung



Hallo sobat Atvan? Apa kabarnya… pasti sehat kan? Yang pasti semoga kalian selalu bersemangat!!
Dalam rangka sosialisasi program penulisan, kali ini penerbit Atvan Media Utama juga ingin berbagi cerita tentang kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2014 kemarin. Ceritanya sobat Atvan diundang untuk mengisi acara yang bisa diselenggarakan oleh sebuah lembaga LPA (Lembaga Perlindungan Anak) kota Bandung yang dilaksanakan di Radio Republik Indonesia (RRI) pro 1 Bandung. Dari penerbit Atvan yang diwawancarai tentu saja penulis buku “2 Cinta Bunda” yakni Kak Ati Novianti Fatonah tentang Sosialisasi Asyiknya Menulis.
        Sebenarnya, acara ini dilaksanakan guna berusaha untuk mengantisifasi berbagai fenomena yang terjadi saat ini dimana kekerasan, Bullying, dan berbagai aktifitas negatif selalu menghantui anak-anak di sekitar kita. Contohnya saat pilpres kemarin, berapa banyak teman yang satu mengejek dan memojokkan teman yang satunya lagi sehingga pertemanan mereka pun “putus”. Belum lagi fenomena editing foto yang menjelekkan seseorang, ini tentu berbahaya bagi perkembangan anak dan remaja.
         Maka sangatlah wajar jika saat ini, tidak hanya orang tua yang merasa cemas dengan fenomena tersebut, tetapi semua pihak mengkhwatirkan terjadinya aksi-aksi kriminalitas seperti yang sering disiarkan di media-media. 
      Berdasarkan hal itu, maka penerbit atvan berusaha untuk memberikan solusi, yaitu dengan menginformasikan bahwa ada solusi yang bisa ditawarkan yakni dengan membiasakan diri untuk menulis.  Acaranya berupa bincang-bincang seputar solusi dan alternatif agar potensi anak bisa lebih berkembang, tentu saja dalam nilai yang positif. Menulis diharapkan bisa menjadi alternatif dan menjadi cikal bakal meng-update status yang sering dilakukan dari gadget mereka. Tentunya dalam hal ini menulis yang bersifat positif misalnya cerpen, puisi, novel, ataupun artikel. Jika kita bayangkan, andai saja di sebuah forum atau situs jejaring social dihiasi dengan sharing ilmu yang bermanfaat, karya-karya, dan diskusi yang mencerahkan. Tentunya ini akan menjadi suasana yang mencerdaskan.
 Untuk Lebih jelasnya, admin kasih foto-fotonya....



Promosi Buku Print on Demant (POD)



Bagi para penulis indie atau self publishing,  promosi penjulan merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi di tengah persaingan dengan penerbit mayor, yang tentu saja mempunyai jaringan marketing yang luas dengan berbagai promosi. Memang, modal kadang menentukan segalanya. Itulah bisnis. Ada uang maka segalanya beres, tapi pertanyaannya adalah apakah akan kalah dengan masalah uang?
Bila kita cermati, sebenarnya cara  menjual atau memasarkan produk buku di penerbit mayor ada dua metode, yaitu dengan retail (langsung, online atau dipajang di toko buku) dan nonretail (orang menyebutnya proyek, karena dijual melalui pesanan seperti ke dinas-dinas atau instansi tertentu). Kedua jenis ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Sebagai contoh penjulan retail dengan menjajakan ke toko buku terkenal seperti gramedia, gunung agung, togamas dll. Umumnya toko-toko buku tersebut memberikan syarat seperti menerima oplah yang cukup banyak, karena langsung distribusi secara nasional. Selain itu, hal yang paling  memberatkan adalah pengiriman buku tersebut harus continue setiap bulannya. Artinya dalam sebulan harus memproduksi buku, para distributor itu memberikan alasan untuk pencatatan agar mudah. Nah lo gimana tuch?
Kesulitan inilah yang kadang menjadikan penulis menjadi frustasi dan selanjutnya gairah menulis pun menjadi terhenti. Oleh karena itu, diperlukan media-media pendukung agar para self publishing ini tetap eksis dan gairah menulis pun tetap ada bahkan bisa jadi menjadi semarak.
Untuk itu ada kabar gembira bagi penulis indie atau self publishing yang bingung ingin mempromosikan bukunya atau ikut memajang produknya, ada tawaran dari atvanbooks. Alamat lengkapnya www.atvanbooks.com. Toko buku online ini menyediakan berbagai macam buku, dari berbagai penerbit. Situs ini tidak membatasi apakah produk dari penerbit mayor ataupun self, intinya mereka mau bekerjasama hanya dengan dua syarat. Pertama, memberikan contoh cover dan sinopsis. Untuk sinopsis diutamakan sedetail mungkin karena itu sebagai upaya seleksi untuk produk yang berkualitas. (Bagaimapun tetap kualitas diutamakan agar konsumen tidak kecewa).  Kedua, memberikan satu buku sample sebagai pernyataan bahwa buku tersebut memang ada dan bisa diperbanyak. Sebab toko buku ini selain memajang produknya secara online, mereka juga sering mengadakan bazar melalui pelatihan dan seminar-seminar. Jadi jika memang ada sebuah buku yang dibutuhkan oleh instansi, ada kemungkinan buku tersebut menerima order yang cukup banyak. Lumayan kan? Jadi tunggu apalagi …
Mungkin hanya itu yang bisa saya share mudah-mudahan bermanfaat, tetap semangat untuk menulis….